just a simple blog lookalike
14 Apr
perang tarif operator seluler makin hari makin menjadi…
gw sebagai pengguna setia im3, makin dibikin seneng setelah im3 ngeluarin tarif 0,000..1/dtk, sms ke operator laen jadi 100 perak dan telpon Rp.240 sepuasnya… (tapi karena emang jarang nelpon, ya ngga ngaruh juga,.. haha)..
gw sekarang kerja di salah satu operator seluler CDMA, dikasih nomor kantor yang gratis nelpon+sms (ke sesama).. tapi dalam waktu 1 bulan ini, tagihan (pascabayar) gw cuma 5ribuan doank… pemakaian pulsanya karena nelpon+sms ke operator lain… kalo dibandingin dgn pemakaian gsm gw, yang tiap 3~4hari ngisi ceban, jadi kira2 sebulan bisa cepe ceng (karena udh saking jarangnya sms/telpon)… bukannya loyal pake produk sendiri.. eh ini malah membuat ‘kaya’ operator laen… fiuh..
back to the topic,…
dulu, awal boomingnya operator CDMA, (yang waktu itu tarif GSM masih setinggi langit),.. gw berpikir CDMA ini keunggulannya di ‘MURAH’,… saat gw masih pake kartu CDMA… gw ngerasa tarif 1menit Rp.50 itu sangat sangat murah… dibandingkan dengan tarif im3 yang masih ngitung per 30dtk, yang bisa sampe beribu-ribu cuma untuk nelpon bbrp menit…
kenapa CDMA bisa murah? gampangnya, karena untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi CDMA lebih ‘murah’ jika dibandingkan dengan GSM. tapi sekarang, semenjak operator GSM perang tariff, jadi ngga keliatan tarif murahnya CDMA.. company gw pun masih berjuang keras untuk bisa bertahan ditengah maraknya iklan nelpon sepuasnya..
kenapa saat ini marak perang tariff? kalo menurut gw, karena sekarang udah semakin banyak operator-operator telekomunikasi yang main, seperti Telkomsel, Indosat, XL, Telkom, Bakrie Telecom, Smart Telecom, Hutchison (Three), Sampoerna Telecom (Ceria), NTS (Axis). dan pastinya mereka ingin menarik pelanggan sebanyak-banyaknya.
Saat ini sedang berlangsung perang tarif Indosat dan XL yang berusaha untuk jadi operator gsm paling murah, sementara Telkomsel, adem ayem aja… karena memang mereka sudah punya banyak pelanggan.
logikanya begini, kalau kita udah punya nomor hp, terus nomor itu udah diketahui oleh orang2 banyak, teman-teman, kolega, atau kita menyertakan nomor hp itu di buku tahunan sekolah/form isian, maka nomor hp itu menjadi terikat dengan kita, dan kalau sewaktu-waktu ada yang ingin menghubungi kita dan kita sudah ganti nomor,… apa yang terjadi?
ada teman gw yang suka ganti-ganti nomor hp, karena tergiur dgn tarif promo, dan akhirnya gw jadi makin males sms/telpon dia,… alesannya, cape’, males’, kalo nomor yang gw hubungi nga aktif.. bla bla bla..
pasar industri telekomunikasi di indonesia masih sangat luas, di daerah-daerah masih belum terlalu banyak operator. kalaupun ada, itu cuma operator GSM, sementara CDMA pasarnya masih luas.
kedepannya, HP dual mode (GSM on, CDMA on) mudah2an bisa booming
perang tarif ini tidak akan selamanya terjadi, karena gw liat tarif murah yang ditawarkan operator gsm, itu hanya bersifat sementara, yang tujuannya hanya untuk menarik pelanggan. lalu apa yang ditawarkan oleh operator CDMA kalau ternyata operator GSM benar-benar menjadi murah? yang ada dipikiran gw saat ini, operator CDMA jadi pemain utama dalam akses data, khusus internet. mudah-mudahan internet di indonesia makin murah dan cepat.
Leave a reply